
Membuat Vernis Kering Tanpa Menghabiskan Banyak Uang
Jika Anda menjalankan mesin pencetak, Anda pasti tahu betapa pentingnya agar vernis tersebut kering secepat mungkin, agar proses pencetakan dapat berjalan terus. Semua ini berkaitan dengan proses penghilangan zat pelarut dan mengunci polimer di dalam vernis tersebut.
Kebanyakan orang memilih menggunakan lampu bermerek yang disediakan oleh mesin tersebut. Namun, lampu-lampu ini harganya sangat mahal. Tapi ada rahasia di baliknya: prinsip kerja lampu tersebut tetap sama, terlepas dari mereknya.
Bagaimana Cara Kerja Panas pada Lampu tersebut
Lampu-lampu ini dibuat menggunakan kwarsa berkualitas tinggi dan filamen tungsten. Untuk vernis, diperlukan sinar inframerah berfrekuensi rendah. Mengapa? Karena sinar ini dapat menembus lapisan vernis dengan cepat, sehingga vernis dapat kering lebih cepat, tanpa merusak kertas atau bahan dasar lainnya.
Saat memilih lampu, perhatikan nilai watt per sentimeternya. Itulah indikator kepadatan panas yang dihasilkan oleh lampu tersebut. Semakin banyak watt yang dimasukkan ke dalam tabung yang lebih pendek, maka semakin kuatlah pancaran sinar inframerahnya.
Namun, berhati-hatilah. Jika Anda menggunakan daya yang terlalu tinggi, kertas atau vernis bisa terbakar. Ini merupakan keseimbangan antara daya yang dihasilkan dan kecepatan proses pencetakan.
Cara Memasang Lampu tersebut
Kami menggunakan konektor R7s atau SK15, sehingga lampu tersebut dapat dipasang dengan mudah. Kami juga mengisi lampu tersebut dengan gas halogen. Hal ini mencegah filamen tungsten menguap terlalu cepat, sehingga lampu tersebut bertahan lebih lama, dan tidak akan ada endapan hitam yang mengganggu fungsi kwarsa.
Yang terbaik adalah menggunakan lampu pengganti ini. Ukurannya sama persis dengan lampu bermerek. Anda hanya perlu menyambungkannya ke sistem kontrol yang sudah ada, lalu siap digunakan. Tidak perlu repot-repot mengubah sirkuit listriknya.
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan
Lampu berdaya tinggi menghasilkan banyak sekali panas. Meskipun demikian, lampu ini efektif untuk mengeringkan vernis dalam hitungan detik. Namun, lampu ini juga dapat merusak reflektor yang digunakan.
Periksalah reflektor tersebut. Jika reflektor tersebut rusak atau berwarna oksidasi, kemungkinan besar sekitar 30% dari panas yang dihasilkan akan terbuang sia-sia. Ini seperti mencoba menyinari sesuatu melalui lensa yang kotor.
Selain itu, periksa juga kipas pendinginnya. Lampu berdaya tinggi ini dapat merusak bagian luar mesin jika aliran udara tidak cukup. Jangan sekadar mengganti bohlamnya saja—pastikan sistem ventilasi mampu menangani panas yang dihasilkan oleh lampu tersebut.